Theme
C:\windows\resources\themes
dan anda bisa menambahkan theme baru di sini ataupun sekedar mengambil theme bawaan windows anda.

Wallpaper
C:\windows\web\wallpaper
dan anda bisa menambahkan wallpaper baru di sini ataupun sekedar mengambil wallpaper bawaan windows anda.

Menambah maupun Mengambil Theme dan Wallpaper Windows

Posted by : Adam Nazmul
Rabu, 11 Maret 2015
0 Comments

1. Sediakan file kursor yang akan diganti.
2. Kemudian ekstrak file kursornya ke /usr/share/icons/
(biasanya harus masuk dalam mode root dahulu supaya bisa menaruh file di sistem dengan 
cara megetikan perintah : sudo thunar /usr/share/icons)
3. Bila filenya sudah di ekstrak maka selanjutnya kita ketikan perintah berikut 
pada terminal.
(Mousepad bisa di ganti dengan gedit, tergantung software yang ada pada linux anda.)
4. Bila sudah perhatikan pada Inherits, ganti dengan nama kursor yang akan kita ganti, 
misalkan oxy-white (defaultnya) diganti menjadi code_lyoko (yang akan diganti).
 menjadi...
5. Kemudian save.
6. Restart pc anda.
7. selesai......



Cara Mengganti Kursor di Linux

Posted by : Adam Nazmul 0 Comments
beberapa waktu lalu saya pernah memposting cara mengganti DNS pada OS windows maka kali ini saya akan berbagi cara untuk mengganti DNS pada OS berbasis GNU/Linux. Lets Cek it Out....

Terdapat 2 cara untuk mengganti DNS pada Linux, Cara yang pertama adalah sebagai berikut :
1. buka Terminal (ctrl+alt+T).
2. ketikan perintah berikut :
         sudo gedit /etc/dhcp/dhclient.conf
3. enter dan masukan password linux anda.
4. cari script seperti berikut :
         #prepend domain-name-servers 127.0.0.1;
jika sudah ketemu maka ganti 127.0.0.1; dengan 8.8.8.8, 8.8.4.4; dan hilangkan tanda pagarnya, sehingga seperti pada gambar berikut :
  
5. save.
6. selesai........


Cara kedua adalah sebagai berikut :
1. buka Terminal (ctrl+alt+T).
2. ketikan perintah berikut :
         sudo gedit /etc/resolv.conf
3. enter dan masukan password linux anda.
4. ubah "nameserver 127.0.1.1" menjadi :
              "nameserver 8.8.8.8"
              "nameserver 8.8.4.4"
sehingga menjadi seperti pada gambar berikut :
5. save.
6. selesai.....  \(^o^)/

note : gedit bisa diganti dengan note apapun, disini saya menggunakan mousepad karena mengunakan bawaan dari xfce. (^_^)

Cara Mengganti DNS di Linux

Posted by : Adam Nazmul
Minggu, 08 Maret 2015
0 Comments
merupakan pengalaman pribadi pada saat menginstal xubuntu maupun lubuntu di laptop saya, namun pada saat saya mengaktifkan hotspot dari HP supaya bisa membagi sinyal internet (wi-fi), ternyata xubuntu tidak bisa menangkap sinyal wi-fi dari HP saya, dan setelah di cari tahu permasalahannya adalah ternyata network managernya belum terinstal -_-"

dan saya akan berbagi cara untuk mengatasi masalah tersebut, Let's Go...

1. buka Terminal (CTRL + ALT + T).
2. ketikan perintah seperti berikut :
       sudo apt-get install network-manager-gnome
3. enter dan masukan password linux anda.

dan selesai \(^o^)/.......

jika belum muncul atau tidak ada appletnya maka kita ketikan perintah berikut

1. buka Terminal (CTRL + ALT + T).
2. ketikan perintah seperti berikut :
       sudo nm-applet
3. enter dan masukan password linux anda.

dan selesai \(^o^)/.......

cara mengaktifkan network manager agar dapat menangkap wifi di linux

Posted by : Adam Nazmul 1 Comment


Berawal dari sebuah postingan di facebook yang menanyakan cara mengganti icon partisi C pada
os windows. Karena saya juga penasaran akhirnya saya ikut memberikan komentar dan menanyakan 
bagaimana cara menggantinya, dan mulai banyak respon yang menanggapinya dari komentar 
tersebut dan hingga akhirnya saya berhasil mengganti icon partisinya berkat bantuan dari semua 
yang membantu memberikan komentar dan ilmunya. 
Saya ucapkan terimakasih kepada semua yang membantu membagi ilmunya yang namanya tidak 
bisa saya sebutkan satu persatu, sekali lagi saya ucapkan Banyak-banyak Terima Kasih.

Ok saya pun akan membagi cara untuk merubah icon partisi...

Bahan yang harus disiapkan : 
1. File Icon yang akan digunakan (ingat filenya berupa icon(.ico) bukan jpg atau png atau gif.).
kalau ga ada file icon tapi ada file jpg yang anda suka juga bisa, tapi di format terlebih dahulu ke file 
icon dengan menggunakan software FormatFactory atau software konverter lainnya.

2. Notepad.

Simpel kan bahan-bahannya,
Tinggal proses memasaknya deh...

Prosesnya sebagai berikut :
1. Buka notepad, dan ketikan perintah seperti pada gambar dibawah ini :
Catatan :  scriptnya case-sensitive jadi kalau mau pakai huruf kecil harus pakai huruf kecil semua, 
                  kalau mau pakai huruf besar ya huruf besar semua, kecuali nama dari icon harus 
                  disesuaikan dengan nama icon itu sendiri.

2. Setelah selesai kemudian si save dengan nama autorun.inf.
3. Lalu simpan file icon(.ico) dan file autorun.inf di dalam partisi C seperti pada gambar berikut :
Simpan di dalam partisi, bukan di dalam folder. Jika menggangu pemandangan, anda dapat 
menghiddennya dengan cara : block kedua file tersebut, lalu klik kanan dan pilih propertis
pada Attributes centang pada hidden, klik apply dan ok. Jelasnya seperti pada gambar berikut :
Dan hasilnya akan seperti pada gambar berikut :
4. Kalau sedah selesai maka tinggal di restart windowsnya.
5. Dan taraaaaaaaaaaaa akhirnya sudah berubah icon dari partisinya.....
Cara ini juga bisa digunakan pada flashdisk maupun cd/dvd dan partisi-partisi Hardisk yang lainnya.
6. Selesai....... \(^o^)/

Selamat mencoba........





Mengganti Icon Partisi

Posted by : Adam Nazmul 0 Comments
 https://adamkinsan.files.wordpress.com/2015/01/iptables.jpg?w=705&h=344&crop=1

Mungkin banyak orang khususnya mahasiswa ilmu komputer yang sudah akrab dengan istilah ini. Namun pada saat ini saya coba memberi penjelasan singkat mengenai firewall. Firewall atau dalam arti harafiahnya adalah tembok api merupakan sebuah sistem yang memiliki tugas utama menjaga keamanan dari jaringan komputer dan semua perangkat yang ada di dalamnya.

Firewall adalah sebuah sistem pengaman, jadi firewall bisa berupa apapun baik hardware maupun software. Firewall dapat digunakan untuk memfilter paket-paket dari luar dan dalam jaringan di mana ia berada. Jika pada kondisi normal semua orang dari luar jaringan anda dapat bermain-main ke komputer anda, dengan firewall semua itu dapat diatasi dengan mudah.

Firewall merupakan perangkat jaringan yang berada di dalam kategori perangkat Layer 3 (Network layer) dan Layer 4 (Transport layer) dari protocol 7 OSI layer. Seperti diketahui, layer 3 adalah layer yang mengurus masalah pengalamatan IP, dan layer 4 adalah menangani permasalahan port-port komunikasi (TCP/UDP). Pada kebanyakan firewall, filtering belum bisa dilakukan pada level data link layer atau layer 2 pada 7 OSI layer. Jadi dengan demikian, sistem pengalamatan MAC dan frame-frame data belum bisa difilter. Maka dari itu, kebanyakan firewall pada umumnya melakukan filtering dan pembatasan berdasarkan pada alamat IP dan nomor port komunikasi yang ingin dituju atau diterimanya.

Firewall yang sederhana biasanya tidak memiliki kemampuan melakukan filterin terhadap paket berdasarkan isi dari paket tersebut. Sebagai contoh, firewall tidak memiliki kemampuan melakukan filtering terhadap e-mail bervirus yang Anda download atau terhadap halaman web yang tidak pantas untuk dibuka. Yang bisa dilakukan firewall adalah melakukan blokir terhadap alamat IP dari mail server yang mengirimkan virus atau alamat halaman web yang dilarang untuk dibuka. Dengan kata lain, firewall merupakan sistem pertahanan yang paling depan untuk jaringan Anda.

Tetapi, apakah hanya sampai di situ saja fungsi dari perangkat firewall? Ternyata banyak firewall yang memiliki kelebihan lain selain daripada filtering IP address saja. Dengan kemampuannya membaca dan menganalisis paket-paket data yang masuk pada level IP, maka firewall pada umumnya memiliki kemampuan melakukan translasi IP address. Translasi di sini maksudnya adalah proses mengubah sebuah alamat IP dari sebuah alamat yang dikenal oleh jaringan diluar jaringan pribadi Anda, menjadi alamat yang hanya dapat dikenal dan dicapai dari jaringan lokal saja. Kemampuan ini kemudian menjadi sebuah fasilitas standar dari setiap firewall yang ada di dunia ini. Fasilitas ini sering kita kenal dengan istilah Network Address Translation (NAT).

1 
Gambar 1. Firewall.

Firewall bisa Anda dapatkan dengan berbagai cara. Jika tidak ingin repot-repot membuat dari nol, Anda harus mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli perangkat keras firewall yang sudah jadi dan tinggal Anda pasang saja di jaringan. Tetapi perlu diingat, tidak semua perangkat keras firewall dapat bekerja hebat dalam melakukan IP filtering. Jadi akan percuma saja uang yang anda keluarkan jika anda membeli firewall yang tidak andal.

Jika anda mau sedikit repot, namun hasilnya mungkin akan memuaskan anda, buat saja sendiri perangkat firewall anda. Yang anda perlukan hanyalah sebuah PC dengan processor dan memory yang lumayan besar dan sebuah aplikasi firewall yang canggih dan lengkap yang dapat memenuhi semua kebutuhan Anda.

Aplikasi firewall yang lengkap dan canggih pada umumnya juga mengharuskan Anda mengeluarkan kocek yang tidak sedikit. Seperti misalnya Checkpoint yang sudah sangat terkenal dalam aplikasi firewall, untuk memilikinya anda harus merogoh kocek yang lumayan banyak pula.

Namun jika anda pecinta produk-produk open source dan sudah sangat familiar dengan lingkungan open source seperti misalnya operating system Linux, ada satu aplikasi firewall yang sangat hebat. Aplikasi ini tidak hanya canggih dan banyak fasilitasnya, namun aplikasi ini juga tidak akan membuat kantong Anda dirogoh dalam-dalam. Bahkan Anda bisa mendapatkannya gratis karena aplikasi ini pada umumnya merupakan bawaan default setiap distro Linux. Aplikasi dan system firewall di sistem open source tersebut dikenal dengan nama IPTables.

Dengan menggunakan IPTables, Anda dapat membuat firewall yang cukup canggih dengan program open source yang bisa dengan mudah Anda dapatkan di Internet. Memang perlu diakui, firewall dengan menggunakan IPTables cukup sulit bagi pemula baik di bidang networking maupun pemula di bidang operating system Linux. Namun jika Anda pelajari lebih lanjut, sebenarnya firewall ini memiliki banyak sekali fitur dan kelebihan yang luar biasa.

IPTables merupakan sebuah fasilitas tambahan yang tersedia pada setiap perangkat komputer yang diinstali dengan sistem operasi Linux dan resmi diluncurkan untuk massal pada LINUX 2.4 kernel pada January 2001 (www.netfilter.org). Anda harus mengaktifkannya terlebih dahulu fitur ini pada saat melakukan kompilasi kernel untuk dapat menggunakannya. IPTables merupakan fasilitas tambahan yang memiliki tugas untuk menjaga keamanan perangkat komputer anda dalam jaringan. Atau dengan kata lain, IPTables merupakan sebuah firewall atau program IP filter build-in yang disediakan oleh kernel Linux untuk tetap menjaga agar perangkat anda aman dalam berkomunikasi.

Mengapa Linux bersusah payah menyediakan fasilitas ini untuk Anda? Karena dari dulu Linux memang terkenal sebagai operating system yang unggul dalam segi keamanannya. Mulai dari kernel Linux versi 2.0, Linux sudah memberikan fasilitas penjaga keamanan berupa fasilitas bernama ipfwdm. Kemudian pada kernal 2.2, fasilitas bernama ipchain diimplementasikan di dalamnya dan menawarkan perkembangan yang sangat signifikan dalam menjaga keamanan.

Sejak kernel Linux memasuki versi 2.4, sistem firewall yang baru diterapkan di dalamnya. Semua jenis firewall open source yang ada seperti ipfwadm dan ipchains dapat berjalan di atasnya. Tidak ketinggalan juga, IPTables yang jauh lebih baru dan canggih dibandingkan keduanya juga bisa berjalan di atasnya. Maka itu, IPTables sangatlah perlu untuk dipelajari untuk Anda yang sedang mempelajari operating system Linux atau bahkan yang sudah menggunakannya. Karena jika menguasai IPTables, mengamankan jaringan Anda atau jaringan pribadi orang lain menjadi lebih hebat.

Fitur yang dimiliki IPTables:
1. Connection Tracking Capability yaitu kemampuan unutk inspeksi paket serta bekerja dengan  icmp dan udp sebagaimana koneksi TCP.
2. Menyederhanakan perilaku paket-paket dalam melakukan negosiasi built in chain (input,output, dan forward).
3. Rate-Limited connection dan logging capability. Kita dapat membatasi usaha-usaha koneksi sebagai tindakan preventif serangan Syn flooding denial of services(DOS).
4. Kemampuan untuk memfilter flag-flag dan opsi tcp dan address-address MAC.

Iptables mengizinkan user untuk mengontrol sepenuhnya jaringan melalui paket IP dengan system LINUX yang diimplementasikan pada kernel Linux. Sebuah kebijakan atau Policy dapat dibuat dengan iptables sebagai polisi lalulintas jaringan. Sebuah policy pada iptables dibuat berdasarkan sekumpulan peraturan yang diberikan pada kernel untuk mengatur setiap paket yang datang. Pada iptable ada istilah yang disebut dengan Ipchain yang merupakan daftar aturan bawaan dalam Iptables. Ketiga chain tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD.

2 
Gambar 2.Diagram Perjalanan Paket data pada IPTables.

Pada diagram tersebut, persegipanjang yaitu filter INPUT, filter OUTPUT, dan filter FORWARD   menggambarkan ketiga rantai atau chain. Pada saat sebuah paket sampai pada salah satu persegipanjang diantara IPchains, maka disitulah terjadi proses penyaringan. Rantai akan memutuskan nasib paket tersebut. Apabila keputusannnya adalah DROP, maka paket tersebut akan di-drop. Tetapi jika rantai memutuskan untuk ACCEPT, maka paket akan dilewatkan melalui diagram tersebut.

Sebuah rantai adalah aturan-aturan yang telah ditentukan. Setiap aturan menyatakan “jika paket memiliki informasi awal (header) seperti ini, maka inilah yang harus dilakukan terhadap paket”. Jika aturan tersebut tidak sesuai dengan paket, maka aturan berikutnya akan memproses paket tersebut. Apabila sampai aturan terakhir yang ada, paket tersebut belum memenuhi salah satu aturan, maka kernel akan melihat kebijakan bawaan (default) untuk memutuskan apa yang harus dilakukan kepada paket tersebut. Ada dua kebijakan bawaan yaitu default DROP dan default ACCEPT.

Jalannya sebuah paket melalui diagram tersebut bisa dicontohkan sebagai berikut :
Perjalanan paket yang diforward ke host yang lain
1. Paket berada pada jaringan fisik.
2. Paket masuk ke interface jaringan.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada table Mangle. Chain ini berfungsi untuk me- mangle (menghaluskan) paket, seperti merubah TOS, TTL dan lain-lain.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel NAT. Chain ini fungsi utamanya untuk melakukan DNAT (Destination Network Address Translation).
5. Paket mengalami keputusan routing, apakah akan diproses oleh host lokal atau diteruskan ke host lain.
6. Paket masuk ke chain FORWARD pada tabel filter. Disinlah proses pemfilteran yang utama terjadi.
7. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT. Chain ini berfungsi utamanya untuk melakukan SNAT (Source Network Address Translation).
8. Paket keluar menuju interface jaringan.
9. Paket kembali berada pada jaringan fisik.

Perjalanan paket yang ditujukan bagi host lokal
1. Paket berada dalam jaringan fisik.
2. Paket masuk ke interface jaringan.
3. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel mangle.
4. Paket masuk ke chain PREROUTING pada tabel NAT.
5. Paket mengalami keputusan routing.
6. Paket masuk ke chain INPUT pada tabel filter untuk mengalami proses penyaringan.
7. Paket akan diterima oleh aplikasi lokal.
Perjalanan paket yang berasal dari host lokal
1. Aplikasi lokal menghasilkan paket data yang akan dikirimkan melalui jaringan.
2. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel mangle.
3. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel NAT.
4. Paket memasuki chain OUTPUT pada tabel filter.
5. Paket mengalami keputusan routing, seperti ke mana paket harus pergi dan melalui interface mana.
6. Paket masuk ke chain POSTROUTING pada tabel NAT.
7. Paket masuk ke interface jaringan
8. Paket berada pada jaringan fisik.


Instalasi IPTables

Untuk Melakukan instalasi IPTABLES di computer Linux, kita akan memerlukan kernel versi 2.4.x atau diatasnya. Distribusi Linux belakangan ini sudah menggunakan kernel 2.4.x (bahkan 2.6.x) sudah mendukung paket filter untuk firewall. Maka dari itu kita tidak perlu repot melakukan kompilasi kernel agar IPTables bekerja dengan baik di computer linux .

Kernel Sendiri terdiri dari dua macam, modularized kernel dan monolithic kernel. Saat linux pertama kali diinstal, model kernel yang dimilikinya adalah modularized, jadi kita bisa mengelurakan modu-modul yang kita butuhkan tanpa harus melakukan kompilasi kernel.Bila kita tetap ingin melakukan kompilasi kernel untuk mengoptimasi server linux kita maka IPTABLES membutuhkan beberapa opsi dalam kernel yang harus dipilih dan ini dapat anda dapatkan di buku tutorial IPtabales dan internet karena pada jurnal ini tidak saya lampirkan.

Syntax Pada IPTables
  1. Table
IPTables memiliki 3 buah tabel, yaitu NAT, MANGLE dan FILTER. Penggunannya disesuaikan dengan sifat dan karakteristik masing-masing. Fungsi dari masing-masing tabel tersebut sebagai berikut :
  1. NAT : Secara umum digunakan untuk melakukan Network Address Translation. NAT adalah penggantian field alamat asal atau alamat tujuan dari sebuah paket.
  2. MANGLE : Digunakan untuk melakukan penghalusan (mangle) paket, seperti TTL, TOS dan MARK.
  3. FILTER : Secara umum, inilah pemfilteran paket yang sesungguhnya.. Di sini bisa dintukan apakah paket akan di-DROP, LOG, ACCEPT atau REJECT
  1. Command
Command pada baris perintah IPTables akan memberitahu apa yang harus dilakukan terhadap lanjutan sintaks perintah. Umumnya dilakukan penambahan atau penghapusan sesuatu dari tabel atau yang lain.
3
  1. Option
Option digunakan dikombinasikan dengan command tertentu yang akan menghasilkan suatu variasi perintah.
4
  1. Generic Matches
Generic Matches artinya pendefinisian kriteria yang berlaku secara umum. Dengan kata lain, sintaks generic matches akan sama untuk semua protokol. Setelah protokol didefinisikan, maka baru didefinisikan aturan yang lebih spesifik yang dimiliki oleh protokol tersebut. Hal ini dilakukan karena tiap-tiap protokol memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga memerlukan perlakuan khusus.
5
  1. Implicit Matches
Implicit Matches adalah match yang spesifik untuk tipe protokol tertentu. Implicit Match merupakan sekumpulan rule yang akan diload setelah tipe protokol disebutkan. Ada 3 Implicit Match berlaku untuk tiga jenis protokol, yaitu TCP matches, UDP matches dan ICMP matches.
  • TCP matches
6
  • UDP Matches
Karena bahwa protokol UDP bersifat connectionless, maka tidak ada flags yang mendeskripsikan status paket untuk untuk membuka atau menutup koneksi. Paket UDP juga tidak memerlukan acknowledgement. Sehingga Implicit Match untuk protokol UDP lebih sedikit daripada TCP
Ada dua macam match untuk UDP:
–sport atau –source-port
–dport atau –destination-port
  • ICMP Matches
Paket ICMP digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan kesalahan dan kondisi-kondisi jaringan yang lain. Hanya ada satu implicit match untuk tipe protokol ICMP, yaitu : –icmp-type

  1. Explicit Matches
a. MAC Address
Match jenis ini berguna untuk melakukan pencocokan paket berdasarkan MAC source address. Perlu diingat bahwa MAC hanya berfungsi untuk jaringan yang menggunakan teknologi ethernet.
iptables –A INPUT –m mac –mac-source 00:00:00:00:00:01

b. Multiport Matches
Ekstensi Multiport Matches digunakan untuk mendefinisikan port atau port range lebih dari satu, yang berfungsi jika ingin didefinisikan aturan yang sama untuk beberapa port. Tapi hal yang perlu diingat bahwa kita tidak bisa menggunakan port matching standard dan multiport matching dalam waktu yang bersamaan.
iptables –A INPUT –p tcp –m multiport –source-port 22,53,80,110

c. Owner Matches
Penggunaan match ini untuk mencocokkan paket berdasarkan pembuat atau pemilik/owner paket tersebut. Match ini bekerja dalam chain OUTPUT, akan tetapi penggunaan match ini tidak terlalu luas, sebab ada beberapa proses tidak memiliki owner (??).
iptables –A OUTPUT –m owner –uid-owner 500
Kita juga bisa memfilter berdasarkan group ID dengan sintaks –gid-owner. Salah satu penggunannya adalah bisa mencegah user selain yang dikehendaki untuk mengakses internet misalnya.

d. State Matches
Match ini mendefinisikan state apa saja yang cocok. Ada 4 state yang berlaku, yaitu NEW, ESTABLISHED, RELATED dan INVALID. NEW digunakan untuk paket yang akan memulai koneksi baru. ESTABLISHED digunakan jika koneksi telah tersambung dan paket-paketnya merupakan bagian dari koneki tersebut. RELATED digunakan untuk paket-paket yang bukan bagian dari koneksi tetapi masih berhubungan dengan koneksi tersebut, contohnya adalah FTP data transfer yang menyertai sebuah koneksi TCP atau UDP. INVALID adalah paket yang tidak bisa diidentifikasi, bukan merupakan bagian dari koneksi yang ada.
iptables –A INPUT –m state –state RELATED,ESTABLISHED

  1. Target/Jump
Target atau jump adalah perlakuan yang diberikan terhadap paket-paket yang memenuhi kriteria atau match. Jump memerlukan sebuah chain yang lain dalam tabel yang sama. Chain tersebut nantinya akan dimasuki oleh paket yang memenuhi kriteria. Analoginya ialah chain baru nanti berlaku sebagai prosedur/fungsi dari program utama. Sebagai contoh dibuat sebuah chain yang bernama tcp_packets. Setelah ditambahkan aturan-aturan ke dalam chain tersebut, kemudian chain tersebut akan direferensi dari chain input.
iptables –A INPUT –p tcp –j tcp_packets
7
Beberapa target yang lain biasanya memerlukan parameter tambahan:
  • LOG Target
Ada beberapa option yang bisa digunakan bersamaan dengan target ini. Yang pertama adalah yang digunakan untuk menentukan tingkat log. Tingkatan log yang bisa digunakan adalah debug, info, notice, warning, err, crit, alert dan emerg.Yang kedua adalah -j LOG –log-prefix yang digunakan untuk memberikan string yang tertulis pada awalan log, sehingga memudahkan pembacaan log tersebut.
iptables –A FORWARD –p tcp –j LOG –log-level debug
iptables –A INPUT –p tcp –j LOG –log-prefix “INPUT Packets”

  • REJECT Target
Secara umum, REJECT bekerja seperti DROP, yaitu memblok paket dan menolak untuk memproses lebih lanjut paket tersebut. Tetapi, REJECT akan mengirimkan error message ke host pengirim paket tersebut. REJECT bekerja pada chain INPUT, OUTPUT dan FORWARD atau pada chain tambahan yang dipanggil dari ketiga chain tersebut.
iptables –A FORWARD –p tcp –dport 22 –j REJECT –reject-with icmp-host-unreachable
Ada beberapa tipe pesan yang bisa dikirimkan yaitu icmp-net-unreachable, icmp-host-unreachable, icmp-port-unreachable, icmp-proto-unrachable, icmp-net-prohibited dan icmp-host-prohibited.

  • SNAT Target
Target ini berguna untuk melakukan perubahan alamat asal dari paket (Source Network Address Translation). Target ini berlaku untuk tabel nat pada chain POSTROUTING, dan hanya di sinilah SNAT bisa dilakukan. Jika paket pertama dari sebuah koneksi mengalami SNAT, maka paket-paket berikutnya dalam koneksi tersebut juga akan mengalami hal yang sama.
iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j SNAT –to-source 194.236.50.155-194.236.50.160:1024-32000

  • DNAT Target
Berkebalikan dengan SNAT, DNAT digunakan untuk melakukan translasi field alamat tujuan (Destination Network Address Translation) pada header dari paket-paket yang memenuhi kriteria match. DNAT hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau chain buatan yang dipanggil oleh kedua chain tersebut.
iptables –t nat –A PREROUTING –p tcp –d 15.45.23.67 –dport 80 –j DNAT –to-destination 192.168.0.2

  • MASQUERADE Target
Secara umum, target MASQUERADE bekerja dengan cara yang hampir sama seperti target SNAT, tetapi target ini tidak memerlukan option –to-source. MASQUERADE memang didesain untuk bekerja pada komputer dengan koneksi yang tidak tetap seperti dial-up atau DHCP yang akan memberi pada kita nomor IP yang berubah-ubah.
Seperti halnya pada SNAT, target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain POSTROUTING.
iptables –t nat –A POSTROUTING –o ppp0 –j MASQUERADE

  • REDIRECT Target
Target REDIRECT digunakan untuk mengalihkan jurusan (redirect) paket ke mesin itu sendiri. Target ini umumnya digunakan untuk mengarahkan paket yang menuju suatu port tertentu untuk memasuki suatu aplikasi proxy, lebih jauh lagi hal ini sangat berguna untuk membangun sebuah sistem jaringan yang menggunakan transparent proxy. Contohnya kita ingin mengalihkan semua koneksi yang menuju port http untuk memasuki aplikasi http proxy misalnya squid. Target ini hanya bekerja untuk tabel nat pada chain PREROUTING dan OUTPUT atau pada chain buatan yang dipanggil dari kedua chain tersebut.


Thank’s to  :
Muhar Syarif. Fakultas Ilmu Komputer. Teknik Informatika. Universitas Sriwijaya. 2008.

Implementasi IPTables Sebagai Filtering Firewall

Posted by : Adam Nazmul
Jumat, 06 Maret 2015
0 Comments

- Copyright © 2013 Kin (Adam Nazmul) - Shiroi - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -